.: Anda Suka Blog Ini? :.

.: Komentar Warga FB :.

Selasa, 25 Ogos 2009

Ramadhan di Inggeris Tanpa Solat Subuh


Suasana senyap menyelimuti Masjid Inggris tanpa panggilan sholat subuh. (SuaraMedia News)

Suasana senyap menyelimuti Masjid Inggris tanpa panggilan sholat subuh. (SuaraMedia News)

PORTSMOUTH, INGGRIS (SuaraMedia News) - Masyarakat Muslim yang menginginkan untuk membuka Masjid mereka selama 21 jam per hari selama Ramadhan telah ditolak aplikasi perencanaannya.

Itu artinya para jemaah di Portsmouth Muslim Academy tidak akan dapat memenuhi sholat subuh berjamaah selama bulan suci ini.

Namun, puluhan penduduk yang mengatakan bahwa kegiatan Masjid tersebut yang berlangsung di selama sebelum fajar telah membuat mereka bagaikan ‘hidup di neraka’ justru merayakan hal tersebut.

Lebih dari 35 demonstran yang memenuhi rapat komisi perencanaan Dewan Kota Portsmouth mengkritik rencana untuk memperpanjang waktu pembukaan dari tempat yang sebelumnya merupakan Mile End Chapel di Old Commercial Road, Buckland.

Paula Arthur, yang tinggal di dekat dengan akademi tersebut mengatakan: “Ada banyak masalah besar yang disebabkan ketika orang-orang datang ke Masjid salah satunya adalah yang disebabkan mobil-mobil mereka memenuhi jalanan dan menciptakan keributan.”

“Karena kami tinggal di sebuah area konservasi, kami tidak diperbolehkan untuk memasang kaca ganda. Hal tersebut berarti mereka (jemaah Masjid) telah membuat kami terjaga sepanjang malam.

“Mereka (Masjid) biasanya dibuka mulai jam 7 pagi hingga 11 malam dan tidak ada alasan mengapa itu harus diperpanjang.”

“Kami menghargai kegiatan agama, namun kami juga memiliki hak untuk tidur dapat tidur dan beristirahat dengan nyaman.”

Para pemimpin akademi meminta agar Masjid tersebut dapat diizinkan untuk terus buka dari jam 3 pagi hingga 12 siang.

Karena kalendar Muslim mengikuti bulan dan bukan matahari itu berarti tahun mereka lebih pendek daripada versi barat yang mengikuti sistem matahari, dan jadwal untuk ibadah Ramadhan selalu berubah pada kalender matahari.

Lebih dari tiga tahun ke depan, sholat subuh akan dimulai pada pukul 3 pagi, yang mana hal tersebut menjadi alasan bagi akademi untuk meminta perpanjangan waktu untuk membuka Masjid tersebut agar dapat mengakomodasi Muslim yang ingin sholat subuh berjamaah.

Anggota Komisi Perencanaan, konselor Konservatif Robin Sparshatt, mengatakan bahwa: “Saya tidak merasa bahwa kita seharusnya ikut campur dengan hak praktik religius agama orang lain.”

“Namun, kami harus juga mempertimbangkan hak-hak dari para penduduk untuk dapat istirahat dengan kedamaian dan ketenangan.”

Dari belakang ruangan komisi terdengar seruan dari para penduduk ketika komisi menolak permohonan tersebut.

Namun Liakoth Ali dari akademi mengatakan ia mengadakan banding.

Ali mengatakan: “Kami sangat kecawa bahwa komisi telah mengambil keputusan tersebut, namun kami harus menghormati hal itu.”

“Kami akan melakukan banding melawannya karena anggota ingin melakukan ibadah pada waktu tersebut, yang mana hal tersebut sangat penting bagi kami sebagai tanda toleransi beragama.” (iw/pm) Dikutip oleh www.suaramedia.com

0 ulasan:




 

BICARA TINTA Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template