.: Anda Suka Blog Ini? :.

.: Komentar Warga FB :.

Khamis, 20 Ogos 2009

Muslim Serlahkan Kilauan Sejarah Islam di AS


Sebuah Masjid di kawasan New York, sebuah lembaga Muslim telah mendokumentasikan berbagai peranan umat Muslim dalam sejarah AS. (SuaraMedia News)

Sebuah Masjid di kawasan New York, sebuah lembaga Muslim telah mendokumentasikan berbagai peranan umat Muslim dalam sejarah AS. (SuaraMedia News)

WASHINGTON (SuaraMedia News) - Beberapa dekade belakangan ini telah terlihat banyak konstruksi dan dedikasi dari berbagai museum di area DC, termasuk museum tujuan-tujuan yang sangat populer seperti museum Newseum, Udvar-Hazy National and Air Space Museum, dan the National Museum of the American Indian.

Satu subyek spesifik yang telah mendapatkan memorial permanennya sendiri adalah cerita mengenai The American Muslim (Muslim Amerika).

Amir N. Muhammad telah memulai untuk merubah hal tersebut pada tahun 1996.

Hal itu terjadi ketika Muhammad mendirikan Collection and Stories of American Muslim (CSAM), atau Koleksi Kisah Muslim Amerika, sebuah organisasi non-profit yang tujuannya adalah untuk menjaga sejarah dari Muslim Amerika, dan mendokumentasikan peran yang signifikan yang telah dimainkan oleh Muslim Amerika dari awal sejarah negara tersebut.

Bermarkas di Washington, DC, CSAM dikenal oleh warga setempat atas pamerannya tentang dokumen-dokumen dan gambar-gambar yang menunjukan kayanya sejarah Muslim Amerika yang pertama, dari beberapa penjelajah Amerika hingga ke veteran dari Perang Revolusi.

Dalam dua pameran pertamanya, “Forgotten Roots: Muslims in Early America,” dan “The Untold Story: Muslims in Early 20th Century America,” diterima dengan baik di seluruh negara. Pameran fotografi mereka meliputi gambar-gambar umat Muslim, tulisan, bangunan, dan batu nisan.

CSAM mengklaim telah mencapai lebih dari 40.000 orang selama delapan tahun belakangan ini melalui pertemuan di The Smithsonian's Anacostia Museum, Harvard University, Stanford University, dan Departmen negara. Tujuan CSAM selanjutnya adalah untuk mendirikan "America's Islamic Heritage Museum.".

Melalui upaya risetnya, Amir Muhammad menemukan banyak laporan bahwa Muslim tinggal di Amerika mulai dari ketika wanita dan pria Muslim dari Afrika yang dibawa ke Amerika sebagai budak.

Menurut Muhammad, bukti-bukti termasuk autobiografi, tulisan Arab yang tertulis di bangku gereja pada lantai kedua di Gereja Baptis Afrika pertama di Savannah, batu nisan dengan simbol Islami di sebuah pemakaman gereja di Carolina Utara dan laporan mengenai budak Muslim yang melakukan ibadah sholat serta berpuasa.

Di tahun 2006, penerbitan milik Muhammad, FreeMan Publication menerbitkan America's Masjid & Islamic Centers: A Pictorial Account, sebuah koleksi dari gambar-gambar lebih dari 100 masjid dan Islamic Center di seluruh negara. Meskipun ini mewakili hanya sebagian kecil dari komunitas di AS, perbedaan dari gaya arsitekturnya terlihat luar biasa. Yang paling penting adalah sejarah yang diwakilkan oleh bangunan-bangunan tersebut karena mereka terdiri dari masjid yang pertama dibangun di 1929 dan 1934, di Dakota Utara dan Iowa, hingga yang paling baru dibangun di komunitas perumahan.

Buku tebal dengan sampul hardcover ini terlihat sangat mengagumkan. Gambar-gambarnya disusun menurut wilayah AS, hingga berakhir dengan gambar dua masjid yang jauh dari daratan AS dan informasi mengenai komunitas di Hawaii, Alaska, St. Thomas, St. Croix dan Bermuda. Kebanyakan dari foto-foto tersebut diambil oleh Amir Muhammad sendiri ketika ia berjalan-jalan untuk risetnya.

CSAM akan ditunjukan di America's Islamic Heritage Month Celebration, diadakan oleh Historical Society of Washington, DC pada 17 Oktober tahun ini. Perayaan yang selalu luar biasa tersebut akan termasuk acara keluarga, pakaian Islami dan artifak, dan penjual makanan. (iw/ex) dikutip oleh www.suaramedia.com

0 ulasan:




 

BICARA TINTA Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template