.: Anda Suka Blog Ini? :.

.: Komentar Warga FB :.

Ahad, 30 Ogos 2009

Muslim Dallas Rayakan Ramadhan Bersama Gereja


Masjid Dallas, dimana rencananya buka bersama gereja setempat akan diselenggarakan. (SuaraMedia News)

Masjid Dallas, dimana rencananya buka bersama gereja setempat akan diselenggarakan. (SuaraMedia News)

DALLAS, AS (SuaraMedia News) – Anggota jamaah Dallas Islamic Center berencana mengadakan buka puasa bersama hari ini dengan menu tradisional di ruang pertemuan mereka.

Masjid yang sebagian besar jamaahnya adalah orang Turki ini berbasis di Richardson, dan merupakan bagian dari sebuah jaringan internasional informal Masjid-Masjid, sekolah dan yayasan layanan sosial yang menjunjung tinggi kerjasama antar agama. Masjid tersebut telah menjadwalkan setidaknya tiga kali buka puasa bersama di gereja-gereja setempat selama bulan suci Ramadhan, yang dimulai sejak minggu lalu.

“Ketika kami mengetuk pintu komunitas di sini, mereka membuka pintunya untuk kami,” ujar imam Nihat Yesil, yang pindah ke Texas Utara untuk memimpin Masjid baru itu delapan bulan lalu.

Sekitar 100 anggota gereja Presbysterian dijadwalkan akan makan bersama sekitar 50 anggota jamaah Masjid, dengan menu katering masakan Turki.

Bagi Muslim, bukanlah hal yang aneh untuk mengundang non-Muslim ke Masjid atau rumah mereka untuk berbuka puasa bersama.

Pastor Joe Clifford adalah pastor senior di gereja Presbyzterian Dallas. Ia bertemu dengan sang imam ketika Yesil menndatangi gerejanya dan menyampaikan secara langsung undangan untuk menghadiri sebuah kegiatan antar agama.

Clifford datang ke beberapa acara di Institut untuk Dialog Antar Agama, sebuah organisasi yang berasosiasi dengan Masjid tersebut. Jadi, ketika Yesil mengutarakan kemungkinan melakukan buka puasa bersama, Clifford tidak perlu dibujuk lagi.

Kongregasinya, di sisi lain, memiliki sejumlah pertanyaan.

Clifford berharap mampu memberikan pertemanan spiritual, mempromosikan keadilan sosial, dan mendirikan kerajaan Tuhan di dunia,” tulisnya. “Dan saya berharap hubungan dengan Tuhan menjadi tumbuh.”

Masjid Richardson mengikuti sebuah tradisi Turki yang terinspirasi Imam Fethullah Gullen. Ia mengajarkan bahwa agama Islam merupakan agama yang sesuai dengan ilmu sains modern, ekonomi, dan integrasi ke dalam masyarakat dimanapun. Para pengikutnya memimpin Masjid-Masjid dan menjalankan sekolah, televisi, serta koran. Di AS, sebuah organisasi bernama Raindrop Turkish House, mempromosikan pesan tersebut.

Tahun lalu, Raindrop cabang Dallas membeli bekas YMCA di Richardson. Organisasi ini memberikan layanan Islami terhadap sejumlah imigran baru dari Turki maupun negara lain. Mereka membantu mengarahkan para pendatang baru mengenai cara hidup di Amerika dan Texas Utara. Institut Dialog Antar Agama dan Masjid Dallas Islamic Center memiliki ruang kantor dan pertemuan di gedung yang sama.

Ernie Deadwyler, seorang anggota gereja Methodist, telah menghadiri beberapa acara yang diselenggarakan oleh kelompok antar agama ini dan mengundang sang imam untuk bergabung dalam pertemuan yang membahas tentang Islam. Ketika Yesil mengusulkan acara buka puasa bersama itu, Deadwyler mengatakan bahwa itu terdengar seperti sebuah ide yang brilian.

“Acara itu merupakan sebuah cara untuk membantu kongregasi menjalin hubungan dengan Muslim – Kristen sebagai individual, bukan stereotype,” ujarnya. (rin/dn) Dikutip oleh www.suaramedia.com

0 ulasan:




 

BICARA TINTA Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template