.: Anda Suka Blog Ini? :.

.: Komentar Warga FB :.

Sabtu, 15 Ogos 2009

Obama Restui Dakyah Atheis?!


Iowa Atheists & Freethinkers seringkali menyebarkan pesan-pesan anti-Tuhan dalam kendaraan umum di wilayah tersebut. (SuaraMedia News)


IOWA (SuaraMedia News) – Sebuah perdebatan sengit menyeruak di AS seiring kontroversi yang ditimbulkan oleh sebuah iklan yang dipasang di sebuah bus. Menjadi kontroversi karena iklan yang dipasang di bus tersebut bukanlah iklan komersil, namun iklan yang mempublikasikan pandangan-pandangan Atheis. Iklan-iklan tersebut sempat dicopot, kemudian dipasang kembali di badan bus kota di wilayah Des Moines.

Iklan tersebut, yang disponsori oleh lembaga bernama Iowa Atheists & Freethinkers (organisasi Atheis dan pemikir bebas Iowa), menampilkan gambar awan putih yang bergelayut di langit yang biru. Gambar tersebut dibubuhi dengan tulisan: “Anda tidak percaya pada Tuhan? Jangan khawatir, anda tidak sendirian.”

Otoritas wilayah Des Moines membongkar iklan tersebut setelah menerima sejumlah keluhan, kemudian, setelah mengadakan pertemuan dengan kelompok Atheis, mereka tiba-tiba berputar haluan dan memasang kembali iklan kontroversial tersebut.

Kampanye pemasangan iklan tersebut merupakan bagian dari sebuah pengembangan upaya nasional dari lembaga United Coalition for Reason yang berpusat di Washington D.C, dimana mereka telah memasang iklan di badan bus, atau papan iklan di sejumlah kota di AS, termasuk di Dallas dan Fort Worth di Texas, Phoenix, New Orleans, Charleston (South Carolina), Philadelphia (Pennsylvania), Kansas city (Missouri), Denver, Boulder (Colorado), Long Beach (California), dan Moscow (Idaho).

Yang menjadi permasalahan pada iklan di Des Moines ada pada kata “Tuhan”, kata Elizabeth Prusetti, kepala kantor pengembangan agensi bus.

“Kami belum pernah memperbolehkan penggunaan kata tersebut dalam iklan kami, mempromosikan kepercayaan,” katanya. “Kami tidak pernah mempergunakan kata Tuhan dalam setiap iklan kami untuk menjaga kemandirian. Kami pernah memasang iklan mengenai gereja, namun iklan tersebut adalah murni iklan untuk gereja dan bukan sebuah keyakinan.”

Lily Kryuchkov, juru bicara Iowa Atheists & Freethinkers, mengatakan bahwa kelompok tersebut merasa terkejut dengan keputusan agensi bus tersebut dan mengatakan bahwa hak dan kebebasan berpendapat dari kelompok tersebut telah diinjak-injak.

“Kami sama sekali tidak berupaya untuk menyinggung siapapun,” kata Kryuchkov. “Yang kami lakukan hanyalah mencoba untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang yang memiliki pandangan yang senada dengan kami, tidak mempercayai Tuhan, kami merasa sangat terkejut dan kecewa ketika mengetahui bahwa iklan kami ditarik.”

The United Coalition of Reason, yang berupaya untuk meningkatkan keberadaan kaum Atheis dan mengembangkan citra mereka dalam pandangan umum masyarakat Amerika, mengatakan bahwa pemasangan iklan tersebut didorong oleh pembahasan masyarakat umum mengenai keagamaan. Fred Edwords, juru bicara lembaga tersebut mengatakan bahwa keadaan di negara tersebut telah mulai bergeser, sebagian dikarenakan sikap presiden Barack Obama yang seakan memberi restu atas keberadaan orang-orang Atheis dalam pidato pengukuhannya sebagai presiden AS. Kala itu, Obama berkata: “Negara kita (AS) adalah negara dari orang-orang Kristen, Muslim, Yahudi, Hindu, dan orang-orang yang tidak beragama.”

“Saat ini, kami tengah berada di saat yang tepat dimana kami termotivasi untuk berbicara dan kami memiliki peluang untuk itu ditambah dengan adanya penerimaan terhadap keberadaan kami sehingga kami memutuskan untuk melakukan hal tersebut (memasang iklan Atheis),” kata Edwards. “Kami bukan lagi orang-orang terpinggirkan seperti yang kami alami dahulu.”

Prusetti mengatakan bahwa miskomunikasi dengan agensi bus tersebut membuat iklan yang dipasang pada 20 bus tersebut disalahpahami. Manajer umum dan ketua komisi agensi bus menetapkan bahwa iklan tersebut tidak pantas, katanya. Dan bahwa pesan tersebut tidak dikomunikasikan kepada bagian pemeliharaan yang bertugas memasang iklan di bus. Hal tersebut yang membuat iklan tersebut dicopot, bukannya keluhan dari masyarakat, katanya.

Agensi bus, sejak berdialog dengan kelompok Atheis, memutuskan bahwa kebijakan periklanannya telah ketinggalan jaman, dan pihak agensi memutuskan untuk mengikuti kebijakan-kebijakan yang menyangkut mengenai hak-hak warga sipil, kata Brad Miller, manajer umum agensi.

Prusetti mengatakan bahwa pihak agensi bus tidak secara spesifik menyebutkan mengenai keyakinan dalam kebijakan periklanan yang lama, dan bahwa keputusan untuk tidak mencantumkan kata Tuhan dalam iklan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Prusetti mengatakan bahwa penggunaan kata Tuhan akan diperbolehkan dalam kebijakan periklanan yang baru.

“Dengan menghormati kebebasan yang dilindungi oleh kebebasan sipil, maka kamu dapat memasang pesan-pesan dan gambar-gambar yang mungkin saja terlihat kontroversial atau membuat beberapa orang merasa tidak nyaman, namun tetap sah dan dilindungi oleh hak-hak sipil,” kata Miller.

Lembaga kebebasan sipil Iowa telah diminta untuk meninjau kebijakan baru tersebut. Randall Wilson, seorang pengacara lembaga kebebasan sipil Iowa, mengatakan bahwa ada sejumlah kasus dimana agensi bus kalah dalam tuntutan hukum mengenai keputusan pemasangan iklan-iklan tertentu. Dia mengutip sebuah kasus yang terjadi pada tahun 1994 terhadap pihak otoritas transportasi Massachussetts dan sebuah keputusan untuk tidak menampilkan iklan kesadaran terhadap AIDS. Pada tahun 2004, sebuah agensi Washington D.C juga terjerat hukum karena memutuskan untuk tidak menerima iklan reformasi undang-undang marijuana. (dn/cns) Dikutip oleh www.suaramedia.com

0 ulasan:




 

BICARA TINTA Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template