.: Anda Suka Blog Ini? :.

.: Komentar Warga FB :.

Rabu, 30 September 2009

Muslim Jerman Tuntut Keadilan dari Penguasa Baru

0 ulasan
Muslim membentangkan bendera Jerman yang dihiasi dengan logo swastika dan bintang david Yahudi. Hal ini dilakukan untuk memprotes pembunuhan Muslimah oleh pria Jerman. Muslim Jerman mengharapkan perlakuan yang lebih positif dari pemerintahan baru Merkel. (SuaraMedia News)

Muslim membentangkan bendera Jerman yang dihiasi dengan logo swastika dan bintang david Yahudi. Hal ini dilakukan untuk memprotes pembunuhan Muslimah oleh pria Jerman. Muslim Jerman mengharapkan perlakuan yang lebih positif dari pemerintahan baru Merkel. (SuaraMedia News)

BERLIN (SuaraMedia News) – Ketika Kanselir Jerman Angela Merkel sedang menegosiasikan sebuah koalisi baru setelah memenangkan masa jabatannya yang kedua, warga Muslim Jerman berharap pemerintahannya yang kedua ini akan memperlakukan mereka lebih positif sebagai warga negara yang sejajar dan bukan potensi ancaman.

“Kami ingin Kanselir Merkel dan pemerintahan barunya memberi kami keadilan,” ujar Nadeem Elias, ketua Dewan Agung Muslim di Jerman, kepada IslamOnline.net pada hari Selasa, 29 September.

“Kami ingin merasakan ini sebagai sebuah pemerintahan bagi semua orang, tak peduli apa etnis, agama, dan budayanya. Semua orang harus merasa bahwa kepentingannya dilindungi oleh pemerintah.”

Merkel, 55, mengamankan masa jabatannya yang kedua kali setelah partainya, Partai Kristen Demokrat (CDU) dan Uni Sosial Kristen partai tersebut meraih 33.8% suara dalam pemilihan.

Kanselir konservatif ini, yang dianggap sebagai wanita paling berpengaruh oleh majalah Forbes, kini sedang mengusahakan sebuah koalisi tengah-kanan dengan Demokrat Bebas (FDP) yang pro-bisnis.

“Saya harap pemerintahan yang baru ini akan memberikan lebih banyak perhatian terhadap persoalan-persoalan Muslim dan mengaktifkan peran mereka dalam masyarakat,” ujar Ibrahim Al Zayyat, direktur Majelis Islam di Jerman.

Ia menambahkan bahwa kaum Muslim mengharapkan pemerintah dapat memberikan keadilan dan kesetaraan bagi mereka.

“Kami ingin kesempatan memperoleh kerja yang sama,” ujar Al Zayyat, beragumen bahwa sejumlah angkatan kerja tetap berada di luar jangkauan kaum Muslim karena mereka tidak memenuhi kualifikasi atau karena rasisme yang mereka alami.

Ia mengatakan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan untuk mempekerjakan kaum Muslim, terutama di institusi-institusi pemerintah.

Muslim di Jerman berjumlah sekitar empat juta, termasuk 220.000 di Berlin.

Para pemimpin Muslim juga berharap bahwa pemerintahan yang baru ini akan mengubah pendekatannya terhadap kaum Muslim.

“Muslim tidak boleh dilihat sebagai sebuah ancaman terhadap negara atau sumber destabilisasi,”ujar Elias, ketua Dewan Agung Muslim di Jerman.

“Pemerintah jangan hanya fokus untuk mengeluarkan sejumlah hukum yang membatasi hak-hak Muslim dan melanggar privasi mereka.”

Ia menyerukan sebuah pendekatan positif terhadap keberadaan Muslim di negara tersebut.

“Sebaliknya, pemerintah harus mencoba mengembangkan dan memanfaatkan potensi kaum Muslim untuk kemajuan Jerman.”

Elias yakin hal ini dapat diraih dengan menumbuhkan kesadaran kaum Muslim terhadap hak-hak sipil dan relijius mereka serta mengijinkan mereka untuk mempraktikkannya secara sejajar dengan warga negara lain.

“Kaum Muslim harus diberi lebih banyak ruang untuk terlibat secara sosial dan politik.”

Para pemimpin Muslim mendesak pemerintahan yang baru untuk mengakui Islam sebagai sebuah agama resmi negara.

“Kami juga ingin pemerintah memperlakukan Muslim sejajar dengan agama lain seperti Kristen dan Yahudi,” ujar Al Zayyat, direktur Majelis Islam di Jerman.

Hal ini termasuk sebuah mengakui Islam sebagai agama resmi negara, mengajarkan Islam di sekolah-sekolah, dan memberikan ruang udara bagi kaum Muslim di media Jerman.

Islam merupakan agama terbesar ketiga di Jerman setelah Kristen Protestan dan Katolik.

Al Zayyat mengatakan bahwa pemerintah harus mendorong pemerintah kota untuk memfasilitasi ijin pembangunan Masjid.

Membangun Masjid adalah sesuatu yang sangat sulit di Jerman dan di banyak negara Eropa lainnya dalam beberapa tahun belakangan ini karena adanya kampanye licik yang dilakukan oleh partai-partai sayap kanan.

Namun Maged el-Saeda, seorang imigran dari Lebanon, merasa skeptis bahwa pemerintahan yang baru ini akan memenuhi aspirasi warga Muslim.

“Saya harap pemerintah membuktikan bahwa saya salah dan mengadopsi kebijakan-kebijakan yang lebih positif terhadap kaum Muslim dan imigran,” ujarnya. (rin/io) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Sultan Muhammad Al-Fatih: Kunci Kejayaan Istanbul

0 ulasan
Sultan Muhammad Al-Fatih. (SuaraMedia News)

Sultan Muhammad Al-Fatih. (SuaraMedia News)

Istanbul atau yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, adalah salah satu bandar termasyhur dunia. Bandar ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam khususnya pada masa Kesultanan Usmaniyah, ketika meluaskan wilayah sekaligus melebarkan pengaruh Islam di banyak negara.

Bandar ini didirikan tahun 330M oleh Maharaja Bizantium yakni Costantine I. Kedudukannya yang strategis, membuatnya punya tempat istimewa ketika umat Islam memulai pertumbuhan di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah SAW juga telah beberapa kali memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam seperti dinyatakan oleh Rasulullah pada perang Khandak.

Para khalifah dan pemimpin Islam pun selalu berusaha menaklukkan Kostantinopel. Usaha pertama dilancarkan tahun 44 H di zaman Muawiyah bin Abi Sufian RA. Akan tetapi, usaha itu gagal. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khilafah Umayah.

Di zaman pemerintahan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk di zaman Khalifah Harun al-Rasyid tahun 190H. Setelah kejatuhan Baghdad tahun 656H, usaha menawan Kostantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia) terutama Kerajaan Seljuk. Pemimpinnya, Alp Arslan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos, tahun 463 H/1070 M. Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk.

Awal kurun ke-8 hijrah, Daulah Usmaniyah mengadakan kesepakatan bersama Seljuk. Kerjasama ini memberi nafas baru kepada usaha umat Islam untuk menguasai Konstantinopel. Usaha pertama dibuat di zaman Sultan Yildrim Beyazid saat dia mengepung bandar itu tahun 796 H/1393 M. Peluang yang ada telah digunakan oleh Sultan Beyazid untuk memaksa Kaisar Bizantium menyerahkan Konstantinople secara aman kepada umat Islam. Akan tetapi, usahanya menemui kegagalan karena datangnya bantuan dari Eropa dan serbuan bangsa Mongol di bawah pimpinan Timur Leng.

Selepas Daulah Usmaniyyah mencapai perkembangan yang lebih maju dan terarah, semangat jihad hidup kembali dengan nafas baru. Hasrat dan kesungguhan itu telah mendorong Sultan Murad II (824-863 H/1421-1451 M) untuk meneruskan usaha menaklukkan Kostantinopel. Beberapa usaha berhasil dibuat untuk mengepung kota itu tetapi dalam masa yang sama terjadi pengkhianatan di pihak umat Islam. Kaisar Bizantium menabur benih fitnah dan mengucar-kacirkan barisan tentara Islam. Usaha Sultan Murad II tidak berhasil sampai pada zaman anak beliau, Sultan Muhammad Al-Fatih, sultan ke-7 Daulah Usmaniyah.

Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mencermati usaha ayahnya menaklukkan Kostantinopel. Bahkan beliau mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika naik tahta pada tahun 855 H/1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar tadi.

Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada ketinggian pribadinya. Sejak kecil, dia dididik secara intensif oleh para ulama terulung di zamannya. Di zaman ayahnya, yaitu Sultan Murad II, Asy-Syeikh Muhammad bin Ismail Al-Kurani telah menjadi murabbi Amir Muhammad (Al-Fatih). Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ulama untuk mengajar anaknya sebelum itu, tetapi tidak diterima oleh Amir Muhammad. Lalu, dia menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Amir Muhammad jika membantah perintah gurunya.

Waktu bertemu Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh Sultan, Amir Muhammad tertawa. Dia lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani.

Peristiwa ini amat berkesan pada diri Amir Muhammad lantas setelah itu dia terus menghafal Alquran dalam waktu yang singkat. Di samping itu, Asy-Syeikh Ak Samsettin (Syamsuddin) merupakan murabbi Sultan Muhammad Al-Fatih yang hakiki. Dia mengajar Amir Muhammad ilmu-ilmu agama seperti Alquran, hadis, fikih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya.

Syeikh Semsettin lantas meyakinkan Amir Muhammad bahwa dia adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis pembukaan Kostantinopel. Ketika naik takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Semsettin untuk menyiapkan bala tentara untuk penaklukan Konstantinopel. Peperangan itu memakan waktu selama 54 hari. Persiapan pun dilakukan. Sultan berhasil menghimpun sebanyak 250 ribu tentara. Para mujahid lantas diberikan latihan intensif dan selalu diingatkan akan pesan Rasulullah SAW terkait pentingnya Konstantinopel bagi kejayaan Islam.

Setelah proses persiapan yang teliti, akhirnya pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota

Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sultan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah SWT. Dia juga membacakan ayat-ayat Alquran mengenainya serta hadis Nabi SAW tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah SWT.

Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" terus membahana di angkasa Konstantinopel. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah SWT. Mereka memperbanyak shalat, doa, dan zikir.

Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jamadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentera Usmaniyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Usmaniyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka. (rep) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Ucapan Sulung Calon PR di PRK Bagan Pinang

0 ulasan

Bingkisan dari Desa

0 ulasan
Salam lebaran buat semua....

Nukilan peribadi kali ini juga tidahlah begitu panjang. Sekadar memahat sebagai ingatan di kemudian hari.

Setelah hampir seminggu di kampus, barulh jari jemari ini terluang utk menitipkan ssuatu di blog ini. Minggu2 akhir ini perlu dimanafaatkn sebaiknya sebelum sminggu shj lg final exam menjelma.

Menyingkap kembali sisa waktu yang dihabiskan di desa, lebih seminggu rasanya bercuti. Bermula pd malam khamis lagi bertolak pulang dan kembali pd syawal ke-6. Banyak peristiwa yang tersemat sepanjang waktu itu berlalu. Mungkin tidak banyak yang sempat dinukilkan di sini. Akhir Syawal ku membuatkan aku dalam dilema.. Bukan kerana baju raya, kuih raya dsb. Tetapi krn komitmen kpd 2 institusi musalla... di kampungku & kampung opah ku.. masa waktu yang ada walaupun sebentar, amat bernilai ketika itu utk mmenuhi tututan kedua2nya. Ramai anak muda yg mampu mengimani solat, menjadi muazin dsb mnuntut jauh dari desa.. mereka pulang lewat sdikit drpku.. Mengharapkn warga dewasa, mereka akui sudah tidak segagah dahulu & mmerlukn tenaga muda. Dlm meneliti kelompangkan yg mampu ditampal ini, rupanya salah seorg saudaraku yg mnuntut di Mesir telah pulang bercuti bahkan jauh lbh awal drpku. Namun sygnya tenaganya dicurahkan ke laman orang sedang laman sndiri tdk t`urus. Sakit hati mendengarya... lebih mendukacitakan lagi, beliau adalah anak ahli jemaah di sini yg sptutunya arif dgn keutamaannya apatah lg rumahnya hanya bersebelahn dgn musalla. Malam-malam akhir Ramadhan ini begitu menguji kesabaranku... Masih banyak rasanya yg terbukam di hati yagn ingin diluahkan, namun mungkin ianya lebih sesuai disimpan shj... Mujurlah 1 Syawal agak teratur dgn khadiran sepupuku (Imran), kami berbahagi agr kedua2 tmpt ada khatibnya. Masyarakat di sini lebih senang dgn khatib dari kalangan anak2 muda, justeru menjadi kwjpn kmi mmenuhi tuntutan ini.

Lebaran kali ini masih semeriah dahulu. Cuma tidak banyak tempat yg sempat diziarahi. Hanya rumah saudara mra terdekat dan orang-orang tertentu. Namun begitu, sedikit yg menyenagkan hati adalah golongan adik2 pelapis yang beraya bersama kami sedikit sebanyak mengeratkan ukwah kami. Mudah2n sinar-sinar yg mula timbul ini akan terus meninggi di jalan-Nya.

Seperti biasa juga, saudara mara dari jauh yang pulang ke rumah opah (sblh ayah) & tok (sblh mak) pasti akan berkunjung ke rumah. Memang meriah.. Tambahan pula dgn smakin bertambahnya ahli keluarga. Ada yang bertambah anak, bahkan ada juga yg telah berkahwin. Sedikit mengejutkn juga, sepupuku (Boy) yg berusia 23thn juga pulang brsama isterinya. Ish!3 Sabor je la yob.. nasib baik BM masih belum dalam rncngnku.

Senang juga hati ini bertemu mata dgn saudara mra... sepupu-sepupuku semakin hebat mendepani cabaran masing2 baik dalam dunia pengajian, kampus, kerjaya mahupun rumah tangga. Begitu cepat segalanya berubah.

Ah! msa tdk m`izinkn bicaraku berkelana di sini.. masih ada komitmen lain yang perlu diutamakan. Salam lebaran semua & maaf zahir batin ats segala kekurangan diri ini. mudah2n kalian dipelihara-Nya.

Bergambar seusai solat sunat aidilfitri

Di rumah Hadi... :)

adik2 & sepupu2

Mak ndak sedang mengurus hidangan utk hmpir 80 orang sdra mra,mkn bosar kt rmh...

kerenah si kecil yg jarang bertemu

pose di samping lomang...:)

majlis ulang tahun kelahiran sepupuku di rumah opah

Jamuan Aidilfitri YDP Lenggong

Sesi bergambar di pagi Syawal

Selamat Menyambut Ulang Tahun Kelahiran Fatin ke-7
Seusai Solat Sunat Aidilfitri
Jamuan Aidilfitri YDP Lenggong

Bakar ayam pulak...

Menziarahi pusara atuk di Kedah

Rebus lemang..........

Kenangan sekeluarga Aidilfiri 1429H

Selasa, 22 September 2009

Perutusan Aidilfitri Mursyidul Am PAS

0 ulasan
Assalamu'alaikum wa Rahmatullah,

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih. Firman Allah S.W.T yang bermaksud: "Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan puasa (pada Bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir mengagungkan Allah (apabila berhari raya) kerana Allah berikan hidayah kepada kamu." (Surah Al Baqarah : 185)
Setelah kita berpuasa, bertarawikh, berqiyamullail, bertadarus, bersedekah, berzikir dan sebagainya sepanjang Ramadhan, Allah S.W.T menyuruh kita bertakbir dalam berhari raya.

Takbir ialah sebutan Allahu Akbar yang bermaksud "Allah Adalah Yang Terbesar". Manakala yang lainnya adalah yang paling kecil dan mesti dipinggirkan apabila bertembung dengan Kehendak Allah S.W.T.

Malangnya ramai orang yang menyebut Allahu Akbar sebagai satu tradisi sahaja. Inilah masalah besar yang berlaku di kalangan umat Islam sejak kebelakangan ini.

Hari Raya bukanlah tradisi ciptaan orang Arab, bukan juga tradisi ciptaan orang Melayu. Bahkan ia merupakan kehendak agama.

Antara nikmat berhari raya ialah kita boleh makan dan minum setelah sebulan penuh tak boleh makan harta sendiri. Nikmat ini tak dapat dirasai oleh orang yang tidak berpuasa. Orang yang perutnya kenyang sepanjang tahun, tak terasa sedikit pun kemanisan nikmat ini.

Apabila disebut hari raya, buka saja anak kecil bahkan orang tua dan orang sakit pun turut berseronok sama. Islam minta kita bersukaria dengan amalan ziarah dan bermaafan antara satu sama lain.

Pada hari raya kita tak dibenarkan berpuasa sekalipun puasa itu sendiri adalah ibadat. Tapi dalam persoalan ibadat, maka kita perlu mengerjakannya, kita tak boleh buat pandai-pandai.

Apabila Allah Ta'ala minta kita mengerjakan ibadat, maka kita perlu mengerjakannya mengikut cara dan masa yang telah ditentukan.

Begitu juga dalam kita berhari raya, tak boleh kita buat ikut pandai sendiri. Kita berseronok dalam lingkungan yang dikehendaki oleh Allah. Sebab itu kita tak boleh berhari raya dengan pakaian, pergaulan, makan minum dan hiburan yang terlarang dan berunsur maksiat.

Berapa ramai anak-anak mengalami putus jari tangan, buta mata, muka melecur dan sebagainya akibat bermain mercun tanpa kawalan pada setiap tahun.

Berapa ramai pula yang terlibat dengan kemalangan maut pada setiap musim perayaan akibat kelalaian dan tidak memperdulikan peraturan jalanraya sehingga mengorbankan ramai orang yang tidak bersalah.

Apabila hari raya, memang menjadi fitrah manusia suka berseronok. Tapi Islam mengajar kita mengikut peraturan tertentu supaya sambutan hari raya menjadi ibadat yang mendatangkan pahala. Antara jadual berhari raya, kita disunatkan mandi sebelum pergi ke masjid.

Kalau kita mandi biasa, tubuh kita saja yang bersih. Tapi apabila kita niat bahawa mandi sunat hari raya, bukan tubuh kita saja yang bersih dan berbau sedap bahkan kita dapat pahala.

Sesetengah orang tak berapa minat sangat nak cari pahala. Apa yang dia minat ialah cari duit dan harta saja. Kepada orang-orang sebegini, dia kena faham bahawa pahala adalah mata wang (currency) yang sangat berguna apabila kita masuk kubur. Apabila kita masuk kubur, kita tidak mati seratus peratus.

Yang mati dan hancur menjadi debu hanyalah jasad kita. Roh dan jasad kita akhirnya akan dibangkitkan kembali di akhirat nanti.

Sebagaimana jasad manusia di dunia ini berkehendak kepada makan minum. Untuk memenuhi keperluan fizikal di dunia ini, kita terpaksa gunakan wang untuk membeli makanan, minuman dan pelbagai keperluan lain.

Tapi apabila saja kita masuk ke dalam kubur, semua jenis mata wang dunia ini tidak laku lagi. Duit Amerika tak laku. Mas jongkong pun tak laku. Yang lakunya ialah pahala.

Pahala adalah aset dan mata wang yang kita sangat perlukan semasa berada di dalam kubur dan di Padang Mahsyar. Salah satu cara untuk kita mendapat pahala selain daripada berpuasa, bertadarus, bertarawikh ialah dengan kita berhari raya menurut cara yang telah ditunjukkan oleh Islam.

Kita diminta membayar zakat fitrah untuk membantu golongan fakir miskin. Tentunya oarng yang tidak berkemampuan tidak ramai.

Jadi, apabila semua orang yang berkemampuan membayar zakat fitrah, kita boleh fikir sendiri betapa banyaknya harta yang diberikan kepada fakir miskin yang membolehkan mereka tumpang berseronok sama.

Pada hari raya kita diminta memakai pakaian cantik, seboleh-bolehnya pakaian yang belum dipakai lagi. Kalau pakaian sudah dipakai pun tak apa, asalkan halal dan bersih. Kita tetap juga akan mendapat pahala.

Kita juga diminta membawa anak-anak ke masjid, ke surau, ke musalla untuk bertakbir mengagungkan Allah S.W.T dan seterusnya untuk mengerjakan sembahyang sunat hari raya demi untuk bersyukur di atas hidayah kurniaan Allah kepada kita dan juga untuk bertaqarrub kepada Allah 'Azza Wa Jalla.

Sembahyang sunat Aidilfitri ada bacaannya sepertimana yang dibacakan oleh Rasulullah S.A.W. Dalam sembahyang sunat Aidilfitri, Rasulullah S.A.W membaca Surah Qaaf dalam raka'at yang pertama dan Surah Al Qamar pada raka'at kedua. Kedua-dua Surah ini menyentuh tentang Kiamat.

Ketika umat Islam sedang berseronok, tiba-tiba Nabi kita membacakan Surah yang menceritakan tentang kedahsyatan huru-hara yang pasti akan berlaku pada Hari Kiamat nanti. Sekaligus ia bermaksud bahawa segala nikmat hidup di dunia ini pasti akan disoal dan akan dikenakan pembalasan.

Siapa pun yang hidupnya di dunia ini, apabila selaras dengan kehendak Al Quran akan dimasukkan ke dalam syurga. Apabila tak selaras dengan kehendak Al Quran, baik dalam masalah politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, rumah tangga dan sebagainya dia akan masuk neraka. Wallahua'alam.


sumber: http://harakahdaily.net/index.php?option=com_content&task=view&id=22544&Itemid=1

Perutusan Aidilfitri Presiden GAMIS

0 ulasan
Assalamualaikum w.b.t.,

Alhamdulillah, Allah s.w.t. masih lagi menganugerahkan kita Ramadhan pada kali ini. Moga-moga Ramadhan pada kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan harapan, pakej lengkap yang dianugerahkan Allah s.w.t. ini menjadi rebutan dan pilihan bagi kita semua. Adalah sewajarnya, insan terpilih yang menjadi tetamu Allah s.w.t. pada bulan Ramadhan menghargai anugerah besar ini.

Ramadhan Bulan Pemerkasaan Kompetensi Dan Integriti

Selalu saya sebutkan dalam siri-siri kuliah dan tazkirah saya sepanjang Ramadhan ini, adalah silap bagi sesetengah individu yang menganggap Ramadhan hanya bulan "tazkiyyatun Nafs" semata-mata. Sedangkan Ramadhan merupakan pakej tarbiyyah lengkap yang meliputi pelbagai aspek. Tidak dinafikan, peluang ganjaran berlipat ganda pahala amalan merupakan rebutan bagi sekalian muslimin. Namun, amalan yang memberi impak besar kepada umat dan Islam tidak boleh dilupakan.

Atas haikat itu, selalu saya ingatkan diri saya dan sahabat-sahabat bahawa sirah dan sejarah kegemilangan Islam yang berlaku pada bulan Ramadhan wajar dikaji dan dihayati. Sirah Badar al-Kubro, Khandak / Ahzab, Fathul Makkah, pembukaan Andalus sebagai salah satu simbolik tamadun keilmuan Islam yang gemilang dan sebaginya tidak wajar sekadar menjadi "cerita sebelum tidur" yang dipandang secara tersurat. Akan tetapi, aspek strategi, kekuatan keilmuan, kekuatan mental dan lain-lain lagi wajar dihayati. Hal demikian penting agar 'Ibrah (pengajaran) sirah sentiasa "hidup" dan tetap relevan menjadi panduan.

Ketokohan Rasulullah s.a.w. sebagai visionary leader serta akhlak mahmudah yang dijelmakan oleh baginda juga sewajarnya menjadi ikon generasi hari ini. Ramadhan yang diraikan oleh baginda dan para sahabat sememangnya mesti dilihat dari pelbagai aspek agar generasi hari ini dapat mengambil iktibar dalam kehidupan seharian.

Generasi Ramadhan + Syawal Yang Diimpi-impikan

Apabila tibanya hari raya 'Idul FItri, ramai manusia yang berbohong. Ramai yang bertakbir Allahuakbar! Allahuakbar! Allah Maha Besar! Allah Maha Besar! Hakikatnya, yang dibesarkan ialah diri sendiri, harta benda, pangkat dan sebagainya. Segala peraturan Allah s.w.t. diperkecilkan dari sudut pengamalan dan penerimaan. Moga-moga kita terselamat daripadanya.

Kombinasi pakej lengkap Ramadhan dan Syawal juga perlu diperhalusi sebaiknya. Kita sedang menantikan generasi kemenangan yang sehebat tentera Islam di medan Khandaq. Walau hebat cabarannya, perjuangan tetap diteruskan. Sinergi kompitensi dan integriti yang terhasil daripada madrasah Ramadhan sedang dinanti-nantikan oleh umat. Semoga yang lahir adalah generasi yang mampu menjadi harapan kepada umat dan agamaNya.

Konklusi

Sambutlah hari kemenangan kali ini dengan perbanyakkan tasbih, takbir, istighfar dan tahmid. Semoga ianya menjadi pelengkap kepada hari kemenangan yang diraikan. Teruskan roh Ramadhan dengan melengkapkannya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal. Biar Syawal benar-benar menjadi hari kemenangan melaksanakan perintah Allah s.w.t. serta konvokesyen gilang-gemilang bagi graduan Universiti Tarbiyyah Ramadhan. Dengan harapan, "taqwa" yang dicita-citakan menjadi milik kita.

Wallahua'lam.

Wassalamualaikum.

MOHD IDRIS BIN MOHD YUSSOFF
Presiden Gabungan Mahasiswa Islam Semalaysia (GAMIS) 09/10
Presiden Ikatan Studi Islam Universiti Kebangsaan Malaysia (ISIUKM) 09/10
Majlis Perwakilan Pelajar PMUKM 09/10


sumber:http://tintaduat.blogspot.com/

Jumaat, 18 September 2009

Warga Tolak Azan, Masjid Inggeris Terancam Tutup

0 ulasan
Masjid St Mark's Road merupakan bekas toko makanan yang kini harus mengalami penutupan karena warga sekitar terganggu dengan suara adzan yang dikumandangkan ketika waktu sholat tiba. (SuaraMedia Newa)

Masjid St Mark's Road merupakan bekas toko makanan yang kini harus mengalami penutupan karena warga sekitar terganggu dengan suara adzan yang dikumandangkan ketika waktu sholat tiba. (SuaraMedia Newa)
MILLIFIELD, INGGRIS (SuaraMedia News) - Sebuah kelompok masyarakat Islam harus menemukan tempat ibadah baru setelah Masjid mereka sebelumnya telah dikenai kartu merah.



Komunitas Masyarakat Pakistan Sunderland mendirikan Masjid di St Mark's Road selama lebih dari empat tahun, dan berjuang untuk menjaga Masjid tersebut tetap terbuka.

Tapi para tetangga menyuarakan kemarahan mereka mengenai “kebisingan” di waktu adzan dan menyatakan jalan tersebut tidak cocok untuk lalu lintas tambahan yang dihasilkan oleh para jemaah yang membawa kendaraan pribadi mereka.

Para Perencana dari Dewan Sunderland setuju dan Masjid, yang juga mencakup sebuah pusat pendidikan dan sosial, pada awalnya ditolak untuk izin perencanaan retrospektif pada bulan Januari 2006.



Para jemaah membawa kasus mereka ke inspektur perencanaan nasional, tapi banding mereka ditolak juga.

Dewan mulai melakukan tindakan penegakan terhadap penggunaan yang tidak sah dari bangunan yang merupakan bekas toko makanan Asia.

Pengguna Masjid mengajukan banding terhadap tindakan penegakan hukum, namun kalah pada tahun 2008 dan masyarakat diberitahu harus mulai bergerak keluar dari sana pada bulan Maret tahun ini.

Namun, aplikasi perencanaan yang baru telah disampaikan dalam upaya untuk mengatasi masalah, yang menyebabkan kemarahan pengunjuk rasa.

Pemimpin Masjid itu mengatakan mereka telah mendapatkan sebuah properti di Chester Road sebagai perluasan bagi pusat tersebut dan halaman belakang dengan tiga tempat parkir yang disediakan untuk membantu meringankan masalah lalu lintas.

Namun nampaknya jalan keluar tersebut masih ditolak pihak perencana yang tidak senang dengan situasi parkir yang diajukan, dan merekomendasikan anggota dewan menolak untuk aplikasi sekali lagi.

Berbicara pada pertemuan komite perencanaan, Penentang Marjorie Matthews mengimbau anggota dewan untuk memberikan persetujuan untuk rekomendasi itu.

"Hal ini telah diseret sejak 2006 - berapa lama lagi itu akan berlangsung?”

"Banding itu sudah ditolak tiga kali dan para pembayar pajak yang harus membayar untuk semua permohonan ini."

Matthews mengatakan penduduk terganggu oleh suara dari sistem pengeras suara didirikan di Masjid.

Tetapi juru bicara dari Masjid mengatakan sistem speaker kecil tersebut mengeluarkan suara yang tidak lebih keras daripada televisi, dan mereka hanya menggunakan untuk melakukan panggilan sholat di Chester Road.

Dia menambahkan: "Masalah parkir mobil terus muncul setiap waktu, tetapi kami merasa itu tidak akan menjadi masalah karena jalan-jalan di sekitarnya sebagian besar tetap kosong."

Konselor Graeme Miller bertanya kepada perwakilan dari Masjid mengapa mereka tidak bisa menggunakan tempat ibadah besar yang sudah didirikan di Jalan Chester.

Mereka mengatakan bahwa seperti Kristen dan Yahudi, Islam memiliki sejumlah besar kelompok-kelompok keagamaan yang berbeda dan mereka yang menggunakan Masjid di Jalan Chester mempunyai keyakinan dan adat istiadat yang berbeda.

Tapi anggota dewan sekali lagi memerintahkan bahwa situs St Mark's Road tidak cocok untuk tempat ibadah apapun, dan dengan suara bulat menolak izin perencanaan.
Dewan berkata mereka sekarang berada dalam posisi untuk mengambil tindakan penegakan jika Masjid tersebut tidak berhenti beroperasi. (iw/se) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Rabu, 16 September 2009

Pembebasan Tahanan ISA: GMI Raguinya

0 ulasan
KUALA LUMPUR, 16 Sept: Ekoran pembebasan lima tahanan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) semalam.

Biarpun bersyukur dan menyambut baik keputusan kerajaan, namun Gerakan Mansuhkan ISA (GMI) menganggap isu sebenar akta tersebut masih belum terjawab.

Pengerusinya, Syed Ibrahim Syed Noh berkata, GMI melihat pembebasan tersebut penuh dengan keraguan.

Persoalan- persoalan teras terhadap kezaliman akta itu belum dijawab kerajaan biarpun berlaku pembebasan.

Antara yang perlu dijelas kerajaan katanya adalah berhubung asas penahanan, kesalahan dilakukan sehingga ditahan lapan tahun sebelum dibebaskan serta kenapa berlaku pembebasan terpilih.

"Kita menyambut baik, gembira dan bersyukur bagi pihak tahanan dan keluarga dengan pembebasan ini. Namun kita tetap persoal beberapa benda pertama kenapa ditahan awal dulu, kenapa baru sekarang dibebaskan, dan kenapa lima orang sahaja dibebaskan? " soalnya ketika dihubungi Harakahdaily.

Menurtnya, mangsa tahanan yang telah dibebaskan perlu diberitahu kesalahan mereka. Sekiranya tiada bukti jelas kesalahan tersebut dilakukan, mangsa perlu diberi pampasan setimpal dengan kesengsaraan yang ditanggung selama tempoh tahanan dalam penjara.

Katanya lagi, sehingga berita ini ditulis, GMI masih belum dimaklumkan secara rasmi oleh kementerian berhubung pembebasan tersebut. GMI setakat ini hanya mengetahui perkembangan terbaru itu melalui media dan isteri salah sorang tahanan yang dibebaskan melalui panggilan telefon.

Mengulas lanjut, Syed Ibrahim memberitahu beliau yakin tindakan kerajaan itu adalah hasil kejayaan rakyat yang tidak pernah berhenti memberi tekanan kepada pihak kerajaan dalam usaha menuntut pemansuhan akta yang di dakwanya zalim itu.

GMI yang ditubuhkan sejak tahun 2001 telah menggerakkan rakyat secara berterusan membantah kewujudan ISA. Kali terakhir himpunan terbesar dianjurkan mereka 1 Ogos lalu di ibu negara turut disertai kesemua parti politik pembangkang dan lebih 80 pertubuhan bukan kerajaan NGO.

"Ini hasil usaha gigih dan berterusan GMI bersama rakyat dan saya percaya kemuncak himpunan 1 Ogos lalu telah memberi kesan," katanya lagi.

Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hishamuddin Husein semalam mengumumkan pembebasan lima tahan ISA yang ditahan antaranya hampir lapan tahun.

Kesemua mereka adalah Mat Sah Mohamad Satry, Mohd Nasir Ismail, Mohd Kamil Mohd Hanafiah dan Mohd Amir Hanafiah.

Pembebasan tersebut kata menteri berkenaan dibuat setelah mendapati kesemua mereka telah insaf dan bersempena Hari Raya Puasa, tidak lama lagi.

Biarpun dinafikan, banyak pihak yakin ia ada kaitan menjelang Pilihan Raya Kecil Bagan Pinang bulan depan.

Mengulas kenyataan itu, Syed Ibrahim sekali lagi mengulangi kenyataanya bahawa sebab pembebasan yang diberikan Hishamudin tidak konkrit dan meragukan.

Persoalan kenapa ditahan, terbuktikah kesalahan dan kenapa perlu sampai lapan tahun, masih belum terjawab.

Dengan persoalan yang belum terjawab itu katanya, GMI yakin hasrat kerajaan meminda akta tersebut sukar untuk diharapkan.

" Kenyataan Hishamuddin memberi gambaran iklim ISA ini penuh ketidak tentuan."

"Janji pindaan akta juga nampaknya kabur selagi rakyat boleh ditahan tanpa bicara dengan kuasa menteri dan polis," katanya.

Perjuangan GMI katanya akan diteruskan selagi ISA wujud. Mengikut rekod mereka, baki tahanan selepas lima dibebaskan semalam adalah seramai 12 orang.

Berbeza dengan laporan kementerian bahawa hanya sembilan masih ditahan.

" Mengikut maklumat GMI, masih ada 12 orang ditahan, berbeza dengan sembilan dalam rekod kementerian. Mungkin ada pembebasan dibuat sebelum ini tetapi kita tidak dimaklumkan," katanya.

Harakahdaily

Isnin, 14 September 2009

Ucapan Sulung Pengerusi NAS

0 ulasan

الحمد الله رب العالمين وبه نستعين وصلاة وسلام على نبينا محمد صلى الله عليه وسلام وعلى آله وصحبه أجمعين ، قال رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري وحلل عقدة من لسان يفكه قولي ، فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلام وشر الأمور محدثتها وكل محدثة بضعة وكل بضعة ضلالة وكل ضلالة فى النار ، أو كما قال ، أما بعد..

Firman Allah S.W.T yang bermaksudnya : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan solat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surah At-Taubah : Ayat 71)

Yang mulia saudara pengerusi majlis, yang diraikan YBrs Timb. Ketua Eksekutif Hal Ehwal Akademik Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS), Dr. Zakaria @ Mahmood bin Daud selaku perasmi majlis pelancaran kelab mahasiswa Jabatan Al-Syariah, Nadi Al-Syariah (NAS), juga YBrs Timbalan Ketua Eksekutif Hal Ehwal Pelajar, Dr. Hilalludin bin Abdullah, YBrs Pendaftar Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS), Dr. Yaacob bin Yusoff, Ketua Jabatan Al-Syariah, Ustaz Hamidi bin Abdul Ghani, ketua-ketua jabatan, Penyelaras kelab mahasiswa Jabatan Al-Syariah, Nadi Al-Syariah, Ustaz Zulqarnain Hassan, pensyarah-pensyarah Jabatan Al-Syariah KIAS, barisan sahabat pimpinan yang baru sahaja menerima amanah, mahasiswa dan mahasiswi, muslimin dan muslimat, hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah SWT.

Untuk pertamanya,saya menyeru kepada diri saya dan diri hadirin hadirat sekalian untuk bersama-sama bertaqwa kepada Allah SWT dan memanjatkan setinggi-tinggi rasa syukur kita kepada Allah SWT kerana masih lagi memberikan kepada kita kesempatan untuk bersama-sama meneruskan kehidupan kita sebagai khalifah Allah SWT di atas muka bumi-Nya dan juga masih lagi mengizinkan kita dengan kehendakNya untuk mendiami perkampungan Ramadhan yang penuh barakah walaupun kini kita semakin menghampiri penghujungnya.

Pada hari ini, ketika saat dan waktu ini, tercatatlah sudah suatu sejarah yang cukup bermakna sekali bagi Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) dan seluruh isinya dengan pelancaran kelab mahasiswa Jabatan Al-Syariah, Nadi Al-Syariah (NAS) yang menjadi salah satu wasilah kepada mahasiswa dan mahasiswi Jabatan Al-Syariah di KIAS bagi melibatkan diri dalam dunia berpersatuan atau kepimpinan sebagai suatu penerusan dan batu ujian yang perlu dilalui untuk mempersiapkan diri mahasiswa dan mahasiswi dalam mendepani arus dunia kepimpinan yang kian mencabar seterusnya sebagai mata rantai penyambung gerak kerja dakwah Rasulullah SAW.

Khalifah Saidina Umar al-Khatab yang cukup terkenal dengan ketegasannya pernah dalam ucapan sulungnya setelah dilantik menjadi khalifah berkata : Wahai umat manusia! Sesungguhnya aku telah dilantik dikalangan kamu sedangkan aku bukanlah orang yang terbaik. Maka jika aku melakukan kebaikan maka bantulah aku tetapi sekiranya aku terpesong maka betulkanlah aku. Benar itu adalah amanah dan dusta itu adalah khianat. Orang yang lemah di kalangan kamu merupakan orang yang kuat disisiku sehingga aku akan menunaikan kemahuannya serta memberikan haknya semula. Manakala orang yang kuat di kalangan kamu merupakan orang lemah disisiku sehingga aku akan mengambil kembali hak yang telah dirampas. Oleh itu taatilah aku selagimana aku mentaati Allah dan rasulNya dan jika aku mengengkari Allah dan rasulNya maka janganlah kamu mentaatiku.

Ungkapan hikmah khalifah agung ini seharusnya kita teliti bersama betapa jawatan adalah suatu amanah yang begitu besar dan berat sekali. Tiada apa yang membanggakan seseorang pemimpin itu melainkan hanyalah akan dipersoalkan kelak akan kepimpinan-Nya di hadapan Rabbul Izati sebagaimana hadith yang bermaksud:

“Setiap kamu adalah pemimpin dan kamu akan dipersoalkan akan kepimpinan kamu….”


Hadirin dan hadirat sekalian,

Kata-kata Khalifah Saidina Umar al-Khatab yang saya ketengahkan di awal ucapan sebentar tadi juga turut menjelaskan kepada akan peri pentingnya ketelusan dan kejujuran dalam kepimpinan. Malahan turut juga ditekankan bahwa betapa besarnya peranan seorang ahli terhadap sesebuah kepimpinan mahupun organisasi.

Khalifah Saidina Umar al-Khatab juga pernah menukilkan kepada kita akan pentingannya kesatuan dalam mendokong Islam sebagaimana katanya di dalam Manhaj Daurah Tadbiriyah yang berbunyi:

“Tiada Islam tanpa jemaah, tiada jemaah tanpa kepimpinan,dan tiada kepimpinan tanpa ketaatan,”

Nyatalah di sini bahawa sokongan mahupun dokongan jemaah atau kelompok manusia menjadi tonggak kepada Islam, pun begitu jemaah hendaklah dibentuk melalui kepimpinan atau dengan kata lainnya iaitu melalui pembentukkan sebuah organisasi dan seterusnya kemuncak bagi penjanaan sesebuah organisasi adalah ketaatan kepada pemimpin. Keempat-empat elemen ini amatlah berkait dan memainkan peranan penting dalam memastikan objektif penubuhan Nadi Al-Syariah (NAS) yang telah digariskan tercapai.

Penubuhan Nadi al-Syariah ini seharusnya dijadikan peluang untuk mahasiswa dan mahasiswi jabatan ini bagi menjadikannya sebagai platform ke arah melicinkan gerak kerja akademik di samping membuka ruang kepada penganjuran pelbagai program baik di peringkat jabatan mahupun masyarakat umumnya.

Mahasiswa dan mahasiswi sekalian,

Sebenarnya tiada apa yang mustahil dalam kita merealisasikannya dengan kesatuan kemampuan yang kita punyai. Ketahuilah wahai para pemuda pemudi Islam, bahawa dalam sejarah kebangkitan bangsa-bangsa, pemuda pemudi selalu memiliki peranan yang besar dan strategik, kerana untuk menuju kebangkitan bangsa diperlukan daya kekuatan berupa keyakinan yang kuat, ketulusan, semangat yang jujur, kesungguhan dalam kerja dan pengorbanan.

Dalam hal ini pemuda - pemudilah yang berpotensi untuk itu, kerana pemuda adalah simbol hati yang masih jernih sehingga memiliki keyakinan dan iman yang kuat, kejujuran yang memungkinkan untuk memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam beramal, serta semangat yang menggebu yang memungkinkan untuk beramal dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan pengorbanan.

Justeru itu, saya menyeru kepada mahasiswa dan mahasiswi sekalian, marilah sama-sama kita mendokong Nadi al-Syariah ini dalam merealisasikan penubuhannya dengan kita mencurahkan setiap sudut kemampuan yang dianugerahkan kepada kita untuk dihamparkan dan dimanafaatkan bagi memantapkan Nadi al-Syariah seterusnya demi agama Allah SWT yang tercinta.

Sebelum saya melabuhkan kalam, saya sebagaimana yang telah ditaklifkan sebagai Pengerusi Nadi al-Syariah dengan rasa rendah diri dan kerdilnya untuk memikul tanggungjawab ini, mewakili seluruh Jawatankuasa Nadi Al-Syariah merafakkan ucapan penghargaan kepada pihak Jabatan al-Syariah di atas kepercayaan dengan amanah yang diberikan ini.

Sekian, akhir kalam. Saya sudahi dengan lafaz

وبالله التوفيق والهداية واسلام عليكم ورحمة وبركاته




Pengerusi

Nadi Al-Syariah (NAS)
Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS)




 

BICARA TINTA Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template