.: Anda Suka Blog Ini? :.

.: Komentar Warga FB :.

Jumaat, 4 September 2009

Venezuela: Israel Diciptakan Untuk Memecah Belah


Chavez berbicara dalam kunjungannya ke Syiria, menyebut Israel sebagai negara yang diciptakan untuk memecah belah persatuan negeri Arab. (SuaraMedia News)

Chavez berbicara dalam kunjungannya ke Syiria, menyebut Israel sebagai negara yang diciptakan untuk memecah belah persatuan negeri Arab. (SuaraMedia News)

DAMASKUS (SuaraMedia News) —PresidenVenezuela Hugo Chavez, sedang dalam sebuah kunjungan ke Damaskus pada hari Kamis, mencerca Israel dengan menyebut mereka sebagai negara "genosidal" dan "pembunuh" dan mendesak Israel untuk melepaskan cengkraman mereka dari Dataran Tinggi Golan milik Syria.

"Israel telah menjadi negara genosidal, sebuah negara pembunuh, musuh perdamaian,” ia mengatakan pada sebuah konferensi pers dengan rekannya dari Syria, Bashar al-Assad.

Venezuela dan Syria menghadapi “perjuangan” yang sama dan memiliki “musuh” yang sama, ujar Chavez , menambahkan : "Israel telah menjadi pendorong kebijakan dari kekaisaran Amerika."

Dalam komentar yang ditayangkan oleh televisi negara di Venezuela, ia juga menyerang Israel dengan tuduhan upaya memecah belah Timur Tengah.

"Seluruh dunia tahu itu. Untuk apa Israel diciptakan? Untuk membagi. Untuk memecah belah kesatuan negara-negara Arab. Untuk meyakinkan bahwa kekaisaran A.S. dapat berdiri di tanah ini,” ujarnya.

"Saya percaya bahwa ini adalah perjuangan yang perlu. Ini adalah masalah saat ini atau tidak sama sekali dalam upaya untuk membebaskan dunia dari imperialisme dan perubahan dunia dari sebuah kondisi yang unipolar menjadi sebuah dunia yang multi-polar," Chavez mengatakan kepada reporter di Damaskus.

Pada hari Selasa ia menghadiri perayaan peringatan 40 tahun yang membawa Moammar Gaddafi ke singgasana kekuasaan sebelum menyerahkan ke Algeria.

Ia meminta Israel menghentikan pendudukan mereka di Dataran Tinggi Golan yang telah berlangsung selama 42 tahun dan memaksa untuk pengangkatan “Blokade wilayah Palestina.”

"Ini adalah waktu untuk mengibarkan bendera Nasser sekali lagi, untuk kekuatan rakyat dan kebebasan dari orang-orang Arab," ujar presiden Venezuela yang terkenal keras tersebut, merujuk ke mantan presiden Mesir, seorang nasionalis pan-Arab, Gamal Abdel Nasser.

Assad mengatakan: "Israel tidak siap untuk berdamai baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang, semua pemerintah Israel semenjak 1991 sama saja dan hingga sampai saat ini, proses perdamaian tersebut tidak menghasilkan sesuatu yang baru.

"Satu-satunya hal yang membedakan pemerintah-pemerintah itu adalah taktik mereka. Namun, jauh di dasarnya, mereka sebenarnya sama saja dan opini jajak pendapat menunjukan bahwa Israel tidak siap untuk melakukan perdamaian karena mereka tidak mau memberikan tanah yang telah mereka rebut kembali kepada negara-negara pemiliknya yang sah.

Chavez mengatakan kedua negara akan menandatangani beberapa persetujuan dan terutama mengenai energi. Salah satu rencananya adalah untuk sebuah join ventur dalam penyulingan minyak di Syria.

Presiden Venezuela itu tiba pada hari Kamis untuk kunjungan selama dua hari, sebagai bagian dari perjalanan regional yang telah membawanya ke Libia dan Algeria. Setelah itu, ia menjadwalkan untuk ke Iran, Belarusia dan Rusia dan ia mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa ia akan berhenti sejenak in Turkmenistan.

Pada hari Jumat, Chavez akan mengunjungi provinsi selatan dari Sueida, kampung halaman dari banyak komunitas Syiria di Venezuela.

Chavez, dalam sebuah polling yang diadakan oleh Zogby International, menjadi pemimpin dunia yang paling dikagumi di Timur Tengah. Survei, yang diadakan di bulan April dan Mei 2009, mengambil sampel pendapat dari 4,087 orang di Mesir, Arabia Saudi, Maroko, Lebanon, Jordania dan Uni Emirat Arab. (iw/afp/jp) Dikutip oleh www.suaramedia.com

0 ulasan:




 

BICARA TINTA Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template